Cerita Real
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Cerita Real, Health/Beauty, .
*Cerita Real menghadirkan kisah-kisah
kehidupan nyata yang terjadi di sekitar kita.
*Konten AI
*Akun Asli
Akun youtube 👇🏻
https://youtube.com/@ceritareal-u2f?si=ptkG08k7An_sl9oT
29/05/2026
"Adik Ke Lima yang Tak Dirindukan"
"Aku tidak membenci adikku. Aku hanya lelah menjadi kakak."
Kalimat itu berulang kali terlintas di pikiran Siti, gadis desa berusia 15 tahun yang hidup di sebuah kampung kecil pada tahun 1980-an.
Pagi itu, seperti biasa, Siti sedang mencuci pakaian di belakang rumah. Tumpukan baju yang harus dicuci hampir setinggi pinggangnya. Dari dalam rumah terdengar tangisan adiknya yang paling kecil. Belum sempat ia menyelesaikan pekerjaannya, ibunya memanggil dengan suara lemah.
"Siti... ke sini sebentar."
Siti masuk ke rumah. Ia melihat ibunya duduk sambil memegang perut.
"Ibu hamil lagi."
Dunia Siti seolah berhenti sesaat.
Ia tidak menangis. Ia tidak marah. Namun ada rasa berat yang tiba-tiba menyesakkan dadanya.
Ia tahu apa arti kabar itu.
Bukan sekadar akan memiliki adik baru.
Itu berarti lebih banyak pakaian yang harus dicuci.
Lebih banyak piring yang harus dibersihkan.
Lebih banyak tangisan bayi yang harus ditenangkan saat malam.
Dan lebih banyak impian yang harus ia simpan sendiri.
Ayahnya hanyalah buruh bangunan yang kadang bekerja, kadang tidak. Ibunya membantu ekonomi keluarga dengan membuat kue dan menitipkannya ke warung-warung.
Sebagai anak sulung, Siti menjadi tangan kanan ibunya.
Setiap hari ia bangun sebelum matahari terbit. Menimba air, memasak nasi, menyapu rumah, menjaga adik-adiknya, lalu membantu ibunya membuat kue.
Sementara teman-teman seusianya masih bermain dan bercanda sep**ang sekolah, Siti sudah sibuk memikirkan makan malam keluarga.
Saat adik kelima itu lahir, semua orang terlihat bahagia.
"Alhamdulillah, anak perempuan lagi."
"Lucu sekali bayinya."
"Rezeki keluarga."
Semua tersenyum.
Kecuali Siti.
Bukan karena ia tidak menyukai bayi itu.
Ia hanya terlalu lelah untuk ikut merayakan.
Malam demi malam berlalu.
Tangisan bayi membangunkannya.
Tugas rumah semakin banyak.
Waktu bermain semakin sedikit.
Bahkan kadang ia merasa masa remajanya menghilang tanpa pernah sempat dinikmati.
Namun sesuatu berubah seiring berjalannya waktu.
Adik kelimanya tumbuh menjadi anak yang sangat manis.
Ia selalu mengikuti Siti ke mana pun pergi.
Saat Siti mencuci, ia menemani.
Saat Siti memasak, ia membantu mengambil kayu bakar.
Saat Siti sedih, anak kecil itu memeluknya tanpa banyak bicara.
"Kak Siti capek ya?" tanyanya suatu sore.
Pertanyaan sederhana itu membuat mata Siti berkaca-kaca.
Untuk pertama kalinya, ada seseorang yang melihat lelahnya.
Tahun demi tahun berlalu.
Adik kecil yang dulu tidak dirindukan itu tumbuh menjadi anak yang cerdas dan baik hati.
Siti mulai menyadari sesuatu.
Yang membuatnya sedih selama ini bukanlah kehadiran sang adik.
Melainkan keadaan yang memaksanya dewasa sebelum waktunya.
Ia tidak pernah membenci adiknya.
Ia hanya lelah menjadi tumpuan keluarga di usia yang masih sangat muda.
Malam itu, Siti duduk di teras rumah sambil melihat adik-adiknya tertidur berjejer di atas tikar.
Ia tersenyum kecil.
Lelah itu memang belum hilang.
Tapi rasa sayang telah mengalahkannya.
Dan untuk pertama kalinya, ia bersyukur adik kelima itu hadir dalam hidupnya.
Karena anak yang dulu tak dirindukan itu, ternyata menjadi salah satu alasan terbesar yang membuatnya tetap kuat bertahan.
"Menurut kalian, anak sulung yang sejak kecil membantu membesarkan adik-adiknya, apakah telah kehilangan masa kecilnya atau justru belajar menjadi pribadi yang lebih kuat?"
berat
"Masa Kecil Yang Hilang".. ia anak sulung, harus membantu berjualan Kue dan tugas pekerjaaan rumah karna adik adiknya banyak dan masih kecil..😥
29/05/2026
“Jembatan Barelang bukan sekadar penghubung antar p**au, tapi penghubung antara mimpi dan harapan. Berdiri kokoh di tengah laut, ia mengajarkan bahwa sejauh apa pun perjalanan, semua bisa dicapai dengan usaha dan keyakinan.”
🌉 Jembatan Barelang adalah ikon kebanggaan Kota Batam yang menghubungkan Batam, Rempang, dan Galang. Nama “Barelang” sendiri berasal dari singkatan tiga p**au tersebut.
Jembatan ini mulai dibangun tahun 1992 atas gagasan B.J. Habibie untuk membuka akses ekonomi dan pembangunan kawasan Kep**auan Riau.
✨ Jembatan 1 Barelang atau Jembatan Tengku Fisabilillah menjadi yang paling terkenal karena desain cable-stayed yang megah dan pemandangan lautnya yang indah. Hingga sekarang, tempat ini menjadi simbol kemajuan, wisata favorit, dan spot sunset terbaik di Batam.
“Kadang kita harus seperti Barelang… tetap kuat diterpa angin, tetap berdiri meski dihantam badai.”
📍Sudah pernah ke Jembatan Barelang belum? Menurut kalian, sunset di Barelang memang salah satu yang terbaik di Indonesia gak? 🌅
Jangan Salahin Hidupmu.. Coba Perbaiki Sholatmu Dulu..😥
28/05/2026
“Megahnya bukan cuma bangunannya…
tapi juga sejarah dan doa-doa yang mengiringinya. 🤍
Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah menjadi salah satu ikon kebanggaan Kota Batam, dengan arsitektur indah bernuansa Timur Tengah yang menenangkan hati siapa saja yang memandangnya.”
Masjid ini diresmikan pada tahun 2019 dan dikenal sebagai salah satu masjid terbesar di Kep**auan Riau. Nama “Sultan Mahmud Riayat Syah” diambil dari nama seorang pahlawan Melayu dan Sultan Johor-Riau yang terkenal berani melawan penjajahan Belanda pada abad ke-18. Beliau juga dikenal sebagai sosok pemimpin yang bijaksana dan sangat berjasa dalam sejarah Melayu di Kep**auan Riau.
Arti nama masjid ini bukan sekadar nama biasa, tetapi bentuk penghormatan terhadap perjuangan, keberanian, dan kejayaan Melayu Islam di masa lalu. 🌙
Masjid ini berada di Kota Batam, Kep**auan Riau.
Kalau lihat langsung, suasananya adem banget dan bikin hati tenang.✨
Nah sekarang pertanyaannya…
Udah ada yang pernah sholat atau berkunjung ke Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah ini? 😍
Menurut kalian, masjid ini termasuk salah satu masjid terindah di Indonesia gak?
Dan kalau boleh jujur… kalian lebih s**a masjid dengan desain modern seperti ini atau desain klasik tradisional? 👀
Ibuku..Melahirkan Tanpa Ayah..😢
26/05/2026
🐐 Lebaran Idul Adha, atau yang sering disebut juga Lebaran Haji, bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban. Lebih dari itu, ini adalah momen belajar tentang keikhlasan, ketaatan, dan kepedulian kepada sesama.
Ketika seekor kambing atau sapi dikurbankan, yang sampai kepada Allah bukanlah daging dan darahnya, melainkan ketakwaan dan keikhlasan dari hati orang yang berkurban. Dagingnya dibagikan, kebahagiaannya dirasakan bersama, dan persaudaraan semakin erat.
Di hari yang penuh berkah ini, semoga kita tidak hanya mampu berbagi rezeki, tetapi juga berbagi perhatian, kasih sayang, dan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.
💬 Menurutmu, apakah berkurban harus dengan hewan, atau berbagi dalam bentuk lain juga bisa memiliki nilai kepedulian yang sama? Tulis pendapatmu di kolom komentar!
Bukan Karna Tak Mampu Berkurban,Tapi..😭
berat
26/05/2026
"Dulu view cuma puluhan. Upload video, yang nonton bisa dihitung dengan jari. Kadang semangat, kadang ingin menyerah. Sudah capek bikin konten berjam-jam, tapi hasil dolar bahkan belum cukup untuk beli segelas kopi.
Rasa malas sering datang. Rasa lelah juga. Apalagi saat melihat kreator lain sudah monet penuh, sementara kita masih berjuang dari nol. Pernah juga bertanya pada diri sendiri, 'Apa aku lanjut saja, atau cukup sampai di sini?'
Tapi setiap perjalanan besar memang dimulai dari langkah kecil yang sering tidak dilihat orang. Yang dilihat orang hanya hasilnya, bukan begadang malamnya. Yang dilihat orang hanya monetnya, bukan ratusan video yang sepi penonton.
Alhamdulillah, berkat dukungan keluarga yang selalu menyemangati, aku memilih untuk tetap melangkah. Pelan tidak apa-apa, yang penting tidak berhenti. Karena aku percaya, konsistensi akan mengalahkan bakat yang mudah menyerah.
Hari ini mungkin belum jadi 'suhu', tapi setidaknya aku sudah lebih jauh dibanding diriku yang kemarin. Terus belajar, terus mencoba, terus memperbaiki. Semoga suatu hari nanti perjuangan panjang ini menjadi bukti bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil. Bismillah, lanjut sampai berhasil."
"Menurut kalian, kunci sukses di dunia konten itu lebih penting mana: konsisten meski view sepi, atau mencari ide yang viral? Tulis pendapat kalian di komentar!"
Ya Allah Jagalah Suamiku🥺
berat Choiroel Iroel
25/05/2026
Ya Allah, Jagalah Suamiku
"Pagi itu, Siti hanya memiliki uang lima ribu rupiah di dompetnya. Namun yang membuat dadanya sesak bukanlah uang yang hampir habis, melainkan suaminya yang harus berangkat kerja dengan motor tua yang remnya mulai bermasalah."
Siti berdiri di depan pintu rumah kontrakan sederhana mereka di pinggir kota. Dinding papan yang mulai lapuk dan atap seng yang bocor saat hujan menjadi saksi perjuangan keluarga kecil itu. Di tangannya tergenggam bekal nasi, tempe goreng, dan sambal yang ia bungkus rapi untuk sang suami.
"Semoga cukup sampai gajian," batinnya.
Setiap pagi, Arif, suaminya, berangkat sebelum matahari terbit. Ia bekerja sebagai buruh angkut di pasar induk. Upahnya tidak besar, bahkan kadang tidak menentu. Jika dagangan sepi, penghasilannya ikut berkurang. Namun Arif tidak pernah mengeluh. Baginya, selama tangannya masih kuat bekerja, keluarganya harus tetap makan.
Sebelum motor tuanya melaju meninggalkan rumah, Siti selalu mengangkat kedua tangannya.
"Ya Allah, jagalah suamiku yang sedang menjemput rezeki-Mu. Lindungi langkahnya, sehatkan tubuhnya, dan p**angkan dia dalam keadaan selamat."
Doa itu ia ulang setiap hari.
Banyak tetangga yang hidup lebih berkecukupan. Ada yang sudah memiliki mobil, rumah permanen, bahkan usaha sendiri. Kadang Siti merasa iri. Namun setiap kali melihat wajah lelah suaminya yang tetap tersenyum saat p**ang membawa beras dan kebutuhan dapur, rasa iri itu berubah menjadi syukur.
Suatu sore hujan turun sangat deras. Petir menyambar berkali-kali. Arif belum juga p**ang.
Jam dinding menunjukkan pukul delapan malam.
Teleponnya tidak aktif.
Hati Siti mulai dipenuhi ketakutan. Berbagai kemungkinan buruk muncul dalam pikirannya. Ia duduk di ruang tamu sempit sambil memeluk anak mereka yang tertidur.
Air mata perlahan jatuh.
Dalam gelapnya malam, ia kembali menengadahkan tangan.
"Ya Allah, aku tidak meminta kaya. Aku hanya meminta suamiku p**ang dengan selamat."
Tak lama kemudian terdengar suara motor berhenti di depan rumah.
Siti berlari membuka pintu.
Di sana berdiri Arif dengan pakaian basah kuyup. Wajahnya lelah, tetapi tersenyum lebar.
"Hari ini dapat lembur sedikit," katanya sambil menyerahkan uang hasil kerja tambahan.
Siti menangis haru.
Bukan karena jumlah uang yang dibawa p**ang. Bukan p**a karena mereka tiba-tiba menjadi kaya.
Ia menangis karena menyadari satu hal yang sering dilupakan banyak orang:
Bagi keluarga kecil seperti mereka, rezeki terbesar bukanlah tumpukan uang. Rezeki terbesar adalah ketika orang yang dicintai berangkat mencari nafkah dengan sehat, lalu kembali ke rumah dengan selamat.
Malam itu, di rumah sederhana yang jauh dari kemewahan, mereka makan bersama dengan lauk seadanya. Namun hati mereka terasa lebih kaya daripada banyak orang.
Karena mereka percaya, setiap perjuangan yang halal akan selalu p**ang membawa keberkahan, meskipun tidak selalu membawa kemewahan. Dan di balik setiap suami yang gigih mencari nafkah, selalu ada doa seorang istri yang diam-diam mengiringi setiap langkahnya. ❤️
"Benarkah doa istri yang tulus bisa menjadi pelindung terbaik bagi suami saat mencari nafkah? Tulis pendapatmu."
Choiroel Iroel berat
