Five Pillar Initiative

Five Pillar Initiative

Share

Five Pillar Initiative is a community development hub for changemakers.

We empower individuals to create tangible local impact through collaboration, strengthening initiatives to build a more independent and resilient society. Five Pillar Foundation is a community development organization that aims to help local Balinese communities develop new business opportunities

Photos from Five Pillar Initiative's post 19/09/2026

Sebelum dunia mengenal tren zero waste, ternyata nenek moyang kita sudah punya β€œlife hack” ramah lingkungan.πŸƒ

Bukan lewat teknologi canggih, tetapi lewat kebiasaan sederhana: memanfaatkan bahan alami untuk membungkus makanan. Di tengah meningkatnya penggunaan kemasan sekali pakai, cara lama ini kembali menjadi pilihan yang relevan untuk menjawab tantangan lingkungan saat ini. πŸ‘€

🌱 Membantu mengurangi ketergantungan pada kemasan sekali pakai yang semakin menambah volume limbah.
πŸƒ Dapat terurai secara alami sehingga membantu mengurangi jejak pencemaran mikroplastik dari kemasan sintetis.
🌾 Menggunakan daun berarti ikut menghargai hasil alam dan masyarakat yang menyediakannya.

Yuk, mulai lirik lagi makanan dengan kemasan daun. Bukan hanya karena unik dan khas, tapi juga karena ada langkah kecil untuk mengurangi jejak sampah yang ditinggalkan.

Photos from Five Pillar Initiative's post 18/09/2026

Bali, Pulau Dewata atau mulai jadi Pulau Kemacetan? πŸ‘€

Siapa yang akhir-akhir ini sering merasa perjalanan di Bali makin lama karena macet? Yang tadinya mau cepat sampai, malah lebih banyak menghabiskan waktu di jalan.

Tapi ternyata, yang terdampak bukan cuma waktu kita. Semakin banyak kendaraan di jalan, semakin banyak asap yang dilepas ke udara, ruang hijau ikut terdesak, dan semakin banyak tanah yang tertutup jalan sehingga air hujan lebih sulit meresap.

Kalau sudah begini, mungkin sudah waktunya kita mulai melihat pilihan lain. Yuk, jangan gengsi naik transportasi umum. Kalau tujuannya bisa dijangkau dengan Trans Metro Dewata atau Sarbagita, kenapa nggak coba naik bareng-bareng?

Perubahan kecil dari cara kita bepergian bisa jadi langkah untuk menjaga Bali tetap nyaman, bukan cuma untuk kita hari ini, tapi juga untuk ke depannya. 🌱

Photos from Five Pillar Initiative's post 17/09/2026

🌱 Tahukah kamu tentang Kadek Organic Farm?

Di balik kebun dan sayuran yang tumbuh di dalamnya, ada banyak cerita menarik tentang pertanian organik, inovasi, dan perjalanan Kak Melanie bersama keluarganya.

Dari proses trial and error, membuat pupuk sendiri, sampai bereksperimen dengan praktik biodynamic. 🌿

Swipe sampai akhir dan temukan beberapa fun facts tentang Kadek Organic Farm! πŸ‘€

15/09/2026

🌱 Bertani bukan cuma soal menanam dan memanen.

Di Kadek Organic Farm, kita belajar tentang bagaimana menjaga tanah, merawat alam, dan melihat pertanian sebagai bagian dari masa depan.

Bersama Kak Melanie, perjalanan ini terus tumbuh dari kebun keluarga menjadi ruang belajar tentang pertanian organik dan keberlanjutan. 🌿

Karena menjaga tanah hari ini, berarti menjaga kehidupan untuk hari esok.

Photos from Five Pillar Initiative's post 14/09/2026

🍈 Meet Melon :

Di Banjar Munduk Andong, Baturiti, ada sebuah kebun yang terus tumbuh bersama keluarganya, Kadek Organic Farm.

Bersama Kak Melanie, kebun ini terus mengembangkan praktik pertanian organik, memanfaatkan bahan-bahan alami, dan menjaga keseimbangan antara pertanian dan lingkungan.

Bukan hanya tentang bagaimana kita menghasilkan pangan, tetapi juga bagaimana kita menjaga tanah dan lahan untuk generasi berikutnya. 🌿

Yuk, kenalan dengan cerita di balik Kadek Organic Farm dan perjalanan Kak Melanie dalam dunia pertanian organik.

Photos from Five Pillar Initiative's post 11/09/2026

Kadang kita hanya melihat hasil akhirnya: tempat yang cantik, laut yang luas, dan pemandangan yang indah. Tapi di balik itu, ada cerita tentang kondisi alam sebelum tempat tersebut menjadi seperti sekarang.

Lewat postingan ini, yuk lebih peka saat menikmati sebuah destinasi. Jangan cuma melihat apakah tempatnya indah, tapi juga bagaimana tempat itu dibangun dan apakah lingkungan di sekitarnya tetap terjaga.

Menjaga Bali bukan berarti kita harus berhenti membangun. Kita hanya perlu membangun dengan lebih bijak, agar keindahan yang kita nikmati hari ini tetap bisa dinikmati di masa depan tanpa mengorbankan alam.

Photos from Five Pillar Initiative's post 08/09/2026

Kalau ngomongin soal sampah, rasanya memang nggak ada habisnya. Setiap hari kita bersinggungan dengan berbagai barang sekali pakai, lalu membuangnya setelah selesai digunakan. Sesederhana itu kelihatannya. Tapi, pernah nggak kepikiran setelah meninggalkan tangan kita, benda-benda itu berakhir di mana?

Pertanyaan itu jadi menarik ketika memasuki musim hujan. Air yang mengalir dapat menyeret apa pun yang ada di jalurnya hingga menuju laut. Saat berada di perairan, perjalanan benda-benda tadi belum tentu berhenti. Arus, angin, serta gelombang dapat membawanya menuju pesisir lain. Itu sebabnya, Bali bisa menerima kiriman berupa plastik, potongan kayu, hingga sisa
perlengkapan pemancingan yang bukan berasal dari wilayah setempat. 🌊

Kalau diperhatikan, kejadian ini sebenarnya menunjukkan satu hal penting, laut punya cara sendiri untuk menghubungkan banyak tempat. Apa yang terjadi di satu kawasan bisa memberi pengaruh ke kawasan lainnya tanpa kita sadari. Jadi, persoalan pesisir bukan hanya urusan orang yang tinggal di dekat pantai, tapi berkaitan dengan cara kita memperlakukan lingkungan sejak dari daratan.

πŸ’¬ Coba ingat-ingat, sudahkah kamu membuang sampah dengan benar? Jangan sampai sampah dari tanganmu berakhir di pesisir pantai.
Bagikan pendapatmu di kolom komentar.

Photos from Five Pillar Initiative's post 01/09/2026

🌱 FUN FACT: Dari Kopi, Tumbuh Sebuah Gerakan di Pejeng

Tahukah kamu kalau cerita tentang Mai Organic sebenarnya berawal dari kopi? β˜•οΈ

Dari pengalaman Pak Kadek Kamardiana di dunia pariwisata dan ketertarikannya melihat perjalanan kopi dari bibit sampai ke cangkir, lahirlah sebuah gagasan untuk kembali melihat potensi pertanian dan masyarakat di Pejeng.

Hari ini, Mai Organic bukan hanya tentang kebun. Ada petani lokal, anak-anak muda, pengetahuan, lingkungan, dan cerita tentang bagaimana sebuah komunitas bisa tumbuh bersama.

Sementara Pejeng sendiri punya sejarah panjang sebagai salah satu kawasan penting dalam perkembangan Bali kuno.

Jadi, di balik tanah Pejeng yang terlihat sederhana, ternyata ada banyak cerita yang sedang tumbuh. 🌿

Satu tempat, banyak cerita.
Satu kebun, banyak kehidupan.

Swipe untuk mengenal lebih dekat Pak Kadek, Mai Organic, dan Pejeng. πŸ‘€

31/08/2026

Cerita Pak Kadek dan Pejeng 🌱

Kalau ditanya sebenarnya Mai Organic ini mau dibawa ke mana, buat Pak Kadek jawabannya cukup sederhana.

Beliau ingin membuat sebuah tempat di mana orang-orang di Pejeng bisa sama-sama belajar, bekerja, dan berkembang dari apa yang mereka punya di desa sendiri.

Melalui Mai Organic, Pak Kadek bekerja bersama kelompok tani dan anak-anak muda desa untuk menciptakan ruang di mana mereka bisa belajar, bekerja, dan tumbuh bersama.

Bagi Pejeng, project ini bukan hanya tentang menghasilkan sesuatu dari tanah. Tetapi juga tentang bagaimana menjaga pengetahuan lokal, membuka kesempatan bagi generasi muda, dan menciptakan hubungan yang lebih dekat antara masyarakat dengan lingkungan di sekitarnya.

Makanya, Mai Organic bukan hanya tentang kebun. Ini tentang bagaimana kita bisa menjaga apa yang sudah ada di Pejeng, sambil memberikan ruang buat generasi berikutnya untuk ikut terlibat.

Karena menurut Pak Kadek, kalau desa ingin berkembang, masyarakatnya juga harus ikut tumbuh. 🌿

Photos from Five Pillar Initiative's post 30/08/2026

Mengenal Pak Kadek Kamardiana 🌱

Kalau ngomongin Mai Organic Community Farm di Pejeng, kita nggak bisa lepas dari sosok Pak Kadek Kamardiana, atau yang biasa dipanggil Pak Dek.

Menariknya, perjalanan Pak Dek menuju dunia pertanian sebenarnya berawal dari kopi.

Tahun 2016, saat masih bekerja di bidang pariwisata, Pak Dek mendapat kesempatan mengikuti pelatihan barista. Di sana, ia tidak hanya belajar bagaimana membuat kopi, tapi juga mulai mengenal proses panjang kopi, dari bibit sampai akhirnya bisa dinikmati di dalam cangkir.

Dari pengalaman itu, muncul satu pemikiran sederhana: β€œKenapa nggak sekalian melihat bagaimana kopi ini ditanam dan siapa yang menanamnya?”

Dari situlah Pak Dek mulai berkenalan dan bekerja sama dengan kelompok tani di Pejeng. Pelan-pelan, hubungan kerja tersebut berkembang menjadi hubungan kekeluargaan.

Bagi Pak Dek, Mai Organic bukan cuma soal menanam dan menghasilkan produk pertanian. Ada cerita tentang bagaimana petani bisa diberdayakan, bagaimana anak muda bisa ikut terlibat, dan bagaimana masyarakat bisa bersama-sama menjaga lingkungan tempat mereka tinggal.

Buat Pak Dek, menjaga alam bukan sesuatu yang harus dilakukan sendirian. Karena ketika masyarakat ikut tumbuh bersama, sebuah kebun bisa menjadi lebih dari sekadar tempat menanam. Ia bisa menjadi tempat untuk belajar, berbagi, dan membangun masa depan.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Denpasar?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Denpasar
80361