Skip to content
Salons10
Rinai Senja

Rinai Senja

Makassar Health/Beauty

menuliskan semua tentang isi hati. puisi dan diksi. mungkin juga menawarkan beberapa barang jualan.

16/06/2026

Januari, setelah Juli itu.
Yang selalu datang tanpa suara
Hanya desiran angin diantara daun yang menua
Jalan yang pernah terasa panjang
Menuntun waktu tanpa jawaban.

Tak ada jawab yang harus dikabarkan pada sebuah tanya
Sebab ia telah menjadi bagian dari hujan diakhir Januari
Ia jatuh meresap lalu menghilang
Meninggalkan ruang yang perlahan belajar tenang

Dibawah langit biru kesukaanku
Aku paham indah kadang tidak harus dimiliki
Ia hanya sekedar lewat seperti hujan dan pagi
Mengajar kita bagaimana menerima dan berdiri lagi

Dan jika suatu saat terselip sebuah ingatan
Aku akan tetap menyapa laksana hujan menyapa daun
Tanpa amarah tanpa ingin mengulang perjalanan
Hanya ingin bersyukur pernah ada dalam kehidupan



Sorotan semua orang

16/06/2026

Januari, setelah Juli itu.
Yang selalu datang tanpa suara
Hanya desiran angin diantara daun yang menua
Jalan yang pernah terasa panjang
Menuntun waktu tanpa jawaban.

Tak ada jawab yang harus dikabarkan pada sebuah tanya
Sebab ia telah menjadi bagian dari hujan diakhir Januari
Ia jatuh meresap lalu menghilang
Meninggalkan ruang yang perlahan belajar tenang

Dibawah langit biru kesukaanku
Aku paham indah kadang tidak harus dimiliki
Ia hanya sekedar lewat seperti hujan dan pagi
Mengajar kita bagaimana menerima dan berdiri lagi

Dan jika suatu saat terselip sebuah ingatan
Aku akan tetap menyapa laksana hujan menyapa daun
Tanpa amarah tanpa ingin mengulang perjalanan
Hanya ingin bersyukur pernah ada dalam kehidupan

14/06/2026

Siang itu paham bahwa waktu bercahaya hanya sebentar dan berganti malam.
Pagi itu paham bahwa esok akan ada cerita baru lainnya.
Tapi hati tidak paham mengapa ada waktu yang tertahan dan terulang ulang
Pikir tak paham mengapa ada yang tertinggal dalam memori.
Hujan tak paham mengapa ada air mata yang tak terlihat.
Kaki terus berjalan dan hati yang tak pernah lepas ada memori otak yang terus memutar ulang bau basah dan pancaran pelangi seolah mengejeknya.
Jalan itu makin usang demikian p**a sepatu yang melewatinya.
Tetapi ia tak pernah lelah mencari sisa waktu sisa rasa dan sisa hatinya yang tercecer disepanjang jalan
Meski setiap tahun di urai hujan lebat disapu debu. Tapi ia semakin menjadi luka yang dalam yang ia sendiri tak tahu akankah luka sembuh dan hilang.
Dalam diam hanya mampu menitip doa. Hanya pada Nya yang memberikan dan mengambil semua.

19/03/2026
31/01/2026

Bahkan ketika aku mengingatmu aku harus dengan rela mematikan rindu itu.
Melayangkan harap pada pertemuan yang tak akan kuusahakan itu.
Memendam luka yang tak seorang pun lihat dan tahu
Yang dalam berisiknya diam aku terisak menahan sakit.

By. Rhm

18/01/2026

Di akhir ingatan selalu kuucapkan syukur
Allah tidak menciptakan sesuatu kecuali memiliki arti.

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rinai Senja posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Subscribe

We will notify you when anything happens in Makassar.