proklim desa timbanuh
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from proklim desa timbanuh, Health/Beauty, desa timbanuh, Selong.
02/09/2026
Pertemuan bulanan kelompok inspirasi
Moko lestari
Semangat Ibu2 kelompok moko lestari
Pengemasan gerepek talas
@10 rb /pak
Terimakasih lpsdm sdh memilih desa kami desa tb. Nuh.
12/03/2026
ππ» Update Kegiatan ProKlim Dusun Timbanuh β 21 November 2025
Pada 21 November 2025, Kelompok UBSP Mokok Lestari di Dusun Timbanuh mengikuti kegiatan pelatihan pembukuan dan administrasi keuangan mikro yang bertujuan memperkuat tata kelola keuangan kelompok. Kegiatan ini diikuti oleh 5 peserta, terdiri dari 4 perempuan dan 1 laki-laki, yang merupakan pengurus inti kelompok.
Pelatihan ini juga dihadiri oleh Kepala Dusun Timbanuh, yang sekaligus merupakan bagian dari kelompok usaha bersama simpan pinjam. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat, bahkan beliau juga menyediakan rumahnya sebagai tempat pelaksanaan kegiatan.
Selama pelatihan, peserta terlihat aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknis pembukuan, seperti pencatatan simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela, dana sosial, hingga jasa pinjaman. Pendamping lapangan dari LPSDM menjelaskan secara rinci cara pencatatan yang benar, baik melalui buku pembukuan manual maupun pencatatan digital menggunakan Excel, sehingga data keuangan kelompok dapat tercatat lebih rapi dan akurat.
Dari hasil pertemuan tersebut, tercatat bahwa total simpanan pokok yang telah terkumpul mencapai Rp1.950.000, dengan jumlah anggota kelompok sebanyak 20 orang. Selain itu, kelompok juga menyepakati beberapa aturan bersama, seperti pertemuan rutin bulanan, simpanan wajib Rp5.000, dana sosial Rp2.000, serta denda keterlambatan sebesar Rp1.000.
Melalui pelatihan ini, para pengurus UBSP Mokok Lestari mulai memahami pentingnya pembukuan yang tertib dan transparan dalam mengelola keuangan kelompok. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan usaha bersama sekaligus mendukung penguatan ekonomi masyarakat di Dusun Timbanuh.
π₯ Semangat terus untuk Kelompok Tani/ProKlim dan UBSP Mokok Lestari dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat!
11/03/2026
Pada tanggal 27 Januari 2026, kami yang tergabung dalam Kelompok ProKlim di Dusun Timbanuh, Desa Timbanuh mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik, pupuk organik cair, dan pestisida nabati. Kegiatan ini menjadi pengalaman baru dan sangat bermanfaat bagi kami sebagai petani yang selama ini masih cukup bergantung pada pupuk dan pestisida yang dibeli di toko.
Sejak awal kegiatan, jumlah peserta yang hadir cukup banyak dan bahkan melampaui target yang direncanakan. Dari target awal sebanyak 15 orang, kegiatan ini diikuti oleh 21 orang peserta, yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan di kelompok kami memiliki semangat belajar yang sangat tinggi, terutama dalam hal pengelolaan pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Pada awalnya, sebagian dari kami memiliki anggapan bahwa membuat pupuk organik dan pestisida nabati merupakan hal yang sulit. Kami membayangkan bahwa prosesnya rumit, membutuhkan bahan-bahan tertentu yang sulit ditemukan, serta memerlukan ketelitian yang tinggi. Karena itulah selama ini kami lebih sering membeli pupuk dan pestisida dari toko pertanian.
Namun setelah mengikuti penjelasan dan praktik langsung dalam pelatihan, pandangan kami mulai berubah. Kami menyadari bahwa sebenarnya bahan-bahan untuk membuat pupuk dan pestisida nabati sangat mudah ditemukan di sekitar lingkungan kami. Bahan seperti daun gamal, sisa buah-buahan busuk, sampah organik rumah tangga, abu dapur, dan air cucian beras ternyata dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk organik. Sementara itu, bahan seperti pepaya, daun salam, serai, dan lengkuas dapat dimanfaatkan untuk membuat pestisida nabati.
Kesadaran ini membuat kami merasa lebih percaya diri. Kami mulai menyadari bahwa selama ini banyak bahan di sekitar rumah yang sebenarnya memiliki nilai manfaat tinggi, tetapi sering dianggap sebagai sampah atau bahkan dibakar begitu saja. Dengan pengetahuan yang kami peroleh, bahan-bahan tersebut kini dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian kami.
Selama sesi praktik berlangsung, kami bekerja sama dan saling berbagi tugas. Ada yang menyiapkan bahan, ada yang mencampur, dan ada yang membantu proses pembuatan pupuk organik serta pestisida nabati. Suasana kegiatan terasa sangat hidup karena kami juga saling bertukar pengalaman mengenai kondisi lahan dan pertanian yang kami kelola selama ini.
Kelompok perempuan dalam kegiatan ini terlihat sangat aktif. Banyak dari kami yang berani bertanya, berdiskusi, dan mencoba langsung setiap tahapan pembuatan pupuk dan pestisida nabati. Kami merasa bahwa pengetahuan ini sangat penting karena dapat membantu kami mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang harganya semakin mahal.
Selain mendapatkan pengetahuan baru, kegiatan ini juga mempererat hubungan antar anggota kelompok. Kami belajar bersama, saling membantu, dan berdiskusi mengenai cara mengembangkan pertanian yang lebih ramah lingkungan di masa depan.
Kami juga merasa bersyukur karena kegiatan ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah Desa, yang telah menyediakan tempat dan membantu memfasilitasi pelaksanaan pelatihan. Dukungan tersebut membuat kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, kami semakin menyadari bahwa perubahan dalam praktik pertanian dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang ada di sekitar kami, kami berharap dapat mengembangkan pertanian yang lebih berkelanjutan serta menjaga kesuburan tanah untuk generasi yang akan datang.
11/03/2026
ππ» Update Kegiatan ProKlim Dusun Timbanuh β 19 September 2025
Pada 19 September 2025, masyarakat Dusun Timbanuh melaksanakan kegiatan penyusunan rencana aksi Program Kampung Iklim (ProKlim). Kegiatan ini dihadiri oleh 29 peserta, melampaui target awal yang ditetapkan yaitu 20 orang. Peserta yang terlibat berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari anak muda, ibu-ibu, perempuan kepala keluarga, petani laki-laki dan perempuan, kader desa, hingga para lansia, sehingga suasana diskusi berlangsung aktif dan partisipatif.
Dalam kegiatan ini, masyarakat bersama-sama menyusun rencana aksi ProKlim yang mencakup kegiatan adaptasi, mitigasi, serta penguatan kelembagaan. Rencana aksi ini menjadi langkah penting sebagai arah pelaksanaan kegiatan Program Kampung Iklim di Dusun Timbanuh ke depan.
Selama kegiatan berlangsung, diskusi berjalan sangat hidup. Peserta aktif bertanya, berdiskusi, serta berbagi pengalaman mengenai kondisi lingkungan yang mereka hadapi. Beberapa topik yang muncul antara lain pengelolaan sampah plastik, pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk cair, hingga potensi pengembangan biogas dari kotoran ternak.
Antusiasme masyarakat terlihat dari semangat mereka untuk segera menjalankan kegiatan yang telah direncanakan. Banyak peserta menyampaikan harapan agar kegiatan ProKlim dapat terus didampingi sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan tokoh masyarakat, yang selalu membantu memfasilitasi berbagai kebutuhan kegiatan. Dukungan tersebut menjadi dorongan penting bagi masyarakat untuk terus belajar dan berpartisipasi aktif dalam Program Kampung Iklim.
Melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan menghadapi dampak perubahan iklim semakin meningkat. Semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap program menjadi modal penting untuk membangun Dusun Timbanuh yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim dan berkelanjutan di masa depan.
π₯ Semangat untuk masyarakat Dusun Timbanuh dalam menyusun dan mewujudkan aksi nyata Program Kampung Iklim!
11/03/2026
ππ» Update Kegiatan ProKlim Dusun Timbanuh β 12 September 2025
Pada 12 September 2025, masyarakat Dusun Timbanuh mengikuti kegiatan pembentukan dan legalitas Program Kampung Iklim (ProKlim) yang dihadiri oleh 25 peserta, melampaui target awal sebanyak 20 orang. Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari anak muda, kader desa, ibu-ibu, kelompok tani, hingga para lansia, sehingga pertemuan berlangsung aktif dan penuh partisipasi.
Dalam kegiatan ini, masyarakat mendapatkan pemaparan mengenai perubahan iklim serta Program Kampung Iklim dari Dinas Lingkungan Hidup Lombok Timur bersama pendamping lapangan dari LPSDM. Materi disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami, sekaligus membuka diskusi mengenai dampak perubahan iklim yang dirasakan langsung oleh masyarakat di lingkungan sekitar.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai tanggapan dan pertanyaan yang disampaikan selama diskusi. Masyarakat mulai menyadari pentingnya menjaga lingkungan serta terlibat dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat dusun.
Pada akhir kegiatan, secara resmi dibentuk kelompok ProKlim Dusun Timbanuh dengan susunan pengurus yang disepakati bersama, yaitu Ketua: Mahsar, Sekretaris: Mahrojan, dan Bendahara: Khairul Fathi. Selain itu, juga dibentuk beberapa bidang yang akan mendukung pelaksanaan kegiatan ProKlim, seperti bidang adaptasi, mitigasi, penguatan kapasitas, dan hubungan luar.
Pembentukan kelompok ini menjadi langkah awal yang penting dalam memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus membangun desa yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim. Dukungan dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta antusiasme warga menjadi modal besar untuk mengembangkan Program Kampung Iklim di Dusun Timbanuh ke depannya.
π₯ Semangat untuk masyarakat Dusun Timbanuh dalam membangun lingkungan yang lebih lestari melalui Program Kampung Iklim!
11/03/2026
ππ» Update Kegiatan ProKlim Dusun Timbanuh β 27 Januari 2026
Pada tanggal 27 Januari 2026, masyarakat Dusun Timbanuh mengikuti kegiatan pelatihan model agroforestri berketahanan iklim yang melibatkan anggota Kelompok Tani/ProKlim Taker Coba. Kegiatan ini diikuti oleh 24 peserta, melampaui target awal sebanyak 20 orang. Peserta berasal dari berbagai kelompok masyarakat, mulai dari petani, pemuda, ibu-ibu, hingga lansia yang memiliki kepedulian terhadap pengelolaan kebun dan pertanian berkelanjutan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi dan pendampingan dari KPH Rinjani Timur bersama pendamping lapangan dari LPSDM. Selain diskusi dan penyampaian materi, kegiatan juga dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan mengenai teknik konservasi tanah dan air. Peserta belajar membuat terasering menggunakan A-frame, serta berbagai teknologi konservasi sederhana seperti tanggul senyum (smile berm) dan lubang resapan yang berfungsi menahan air hujan, mengurangi erosi, serta menjaga kesuburan tanah.
Dalam praktik tersebut, peserta secara bersama-sama berhasil membuat 1 terasering, 5 tanggul senyum, dan 10 lubang resapan sebagai contoh penerapan teknologi konservasi di kebun. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi melalui diskusi yang aktif, pembuatan sketsa kebun masing-masing, serta berbagai pertanyaan mengenai penerapan sistem agroforestri yang sesuai dengan kondisi lahan mereka.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap penerapan agroforestri, peserta juga menerima 100 bibit alpukat dan 50 bibit durian yang akan ditanam di kebun masing-masing dengan menerapkan teknik konservasi yang telah dipelajari.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Dusun Timbanuh semakin memahami bahwa agroforestri merupakan sistem pertanian yang lebih tertata, produktif, dan berkelanjutan, karena menggabungkan tanaman jangka pendek, menengah, dan tahunan dalam satu lahan. Semangat dan partisipasi aktif masyarakat menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan iklim serta menjaga keberlanjutan lingkungan di Dusun Timbanuh.
π₯ Semangat terus untuk Kelompok Tani/ProKlim Dusun Timbanuh dalam menjaga alam dan mengembangkan pertanian yang berkelanjutan!
11/03/2026
ππ» Kamis, 18 Desember 2025
Masyarakat Dusun Timbanuh, Desa Timbanuh melaksanakan kegiatan penanaman sekaligus konservasi tanah dan air di area sekitar sumber mata air dan daerah tangkapan air Timba Balok. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan melalui Program Kampung Iklim.
Sebanyak 50 peserta turut terlibat dalam kegiatan ini yang berasal dari berbagai kelompok masyarakat, di antaranya kelompok ibu-ibu, pemuda, kelompok petani, hingga kelompok lansia. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup serta tim pendamping lapangan dari LPSDM.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya menjaga dan melindungi daerah tangkapan air, terutama di sekitar sumber mata air. Dalam pemaparan tersebut dijelaskan bahwa keberlanjutan sumber mata air sangat bergantung pada bagaimana masyarakat mengelola lahan di sekitarnya, khususnya pada lahan yang memiliki kemiringan.
Selanjutnya, masyarakat diajak untuk mempelajari teknik sederhana konservasi tanah dan air yang dapat diterapkan secara langsung di lapangan. Salah satu teknik yang diperkenalkan adalah pembuatan terasering, yang berfungsi untuk menahan tanah dari erosi serta memperlambat aliran air hujan agar air memiliki waktu lebih lama untuk meresap ke dalam tanah.
Dalam praktiknya, masyarakat juga dikenalkan dengan penggunaan A-frame, yaitu alat sederhana yang digunakan untuk menentukan garis kontur lahan. Alat ini dibuat dari tiga batang kayu yang disusun menyerupai huruf A dan dilengkapi dengan tali serta pemberat sebagai penanda keseimbangan. Dengan menggunakan alat ini, masyarakat dapat membuat terasering yang mengikuti kontur lahan sehingga lebih efektif dalam menahan air dan tanah.
Selain itu, peserta juga melakukan praktik pembuatan tanggul tersenyum (smile berm), yaitu teknik konservasi tanah dan air yang dibuat mengikuti kontur lahan dengan bentuk menyerupai senyuman. Tanggul ini berfungsi untuk memperlambat aliran air hujan, menahan tanah agar tidak mudah tererosi, serta membantu meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah sehingga kelembapan tanah tetap terjaga.
Melalui kegiatan ini, masyarakat semakin memahami bahwa teknik konservasi yang mengikuti kontur lahan jauh lebih efektif untuk menjaga tanah dan air. Selain mencegah erosi dan menahan aliran air, teknik ini juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung penanaman pohon dan tanaman keras sebagai bagian dari sistem agroforestri.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman bersama di area konservasi sebagai bagian dari praktik lapangan. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung, menunjukkan semangat kebersamaan dalam menjaga tanah, air, dan keberlanjutan sumber mata air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat desa. π±π§
π₯ Bersama menjaga alam, bersama menjaga masa depan.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Desa Timbanuh
Selong
Alerts
Be the first to know and let us send you an email when proklim desa timbanuh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.
